Seperti apa rasanya terkena Virus Corona Covid-19?

Tidak seperti yang kebanyakan kamu dengar, saya benar-benar dites dan positif terkena Covid-19. Kemungkinan besar saya tertular pada 3 Maret, merasakan sakit seminggu setelahnya, dan baru menerima hasil test pada 17 Maret.

Coronavirus terasa seperti flu yang paling parah yang pernah saya derita. Demam yang tinggi, disertai rasa kedinginan, meskipun sudah pakai sweater rangkap tiga, yang membuat gigimu gemetar tak terkontrol. Saya masih beruntung, karena suhu badan saya tidak pernah melebihi 102 F (38.9 C). Tapi tetap saja tubuh saya berasa terbakar. Ditambah kepala saya terasa sangat berat yang membuat segala gerakan dan aktifitas menjadi sangat berat.

Beberapa hari kemudian, saya menderita batuk yang sangat mengganggu. Namun masih beruntung saya tidak menderita sakit di dada atau masalah pernafasan, yang mungkin menjadi alasan saya harus masuk rumah sakit.

Nafsu makan saya hampir tidak ada, normalnya saya banyak makan, dan hanya dua hari terakhir ini saya bisa makan sesuatu. Meskipun begitu rasanya sangat tidak enak, dan hanya bisa makan sedikit.

Untungnya saya berhasil mengontrol gejalanya hanya dengan mengkonsumsi Tylenol, dan kondisi saya sepertinya mulai membaik. Bagian terburuknya adalah terkunci di rumah, merasa sakit dan kelelahan untuk melakukan apapun selain duduk dan batuk.

Seperti yang saya katakan, saya salah satu yang beruntung: Menurut dokter, saya akan sembuh seminggu lagi.

Tapi percayalah: virus ini sangat nyata. Kamu tidak ingin ketularan dan menularkan ke orang lain. Kemungkinannya, banyak dari kamu sudah membawanya, meskipun belum ada gejala (Saya sepertinya tertular seminggu sebelum saya merasa sakit.) Tetap di rumah, dan jangan lupa cuci tanganmu.

Saya berumur 47 tahun, dalam kondisi fisik yang bagus dan sebelumnya tidak ada kondisi kesehatan yang khusus.

 

By, Leon Chase, Movie Person, Arifin Bali

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: